Salam Malam Bag 2

Sebuah misteri, sosok itu terus menatapku penuh makna. Saat mendekat, terlihat wajahnya yang rupawan, seolah mengenalku sejak lama. Masih dengan senyum yang terus ia berikan padaku, ia berucap padaku, "Sudahkah engkau makan? Aku membawa sekotak nasi untukmu."

Kata itu terdengar lembut, mengurai setiap desir darahku yang lama tak mengalir. Tak kusangka, masih ada orag yang mau melihat nasib orang yang malang sepertiku dengan sepenuh hati. Puji syukurku terus aku ucap dalam hati, Engkau telah megabulkan doaku, Ya Tuhanku.

Sembari mengulurkan kotak itu, dia kembali berkata, "Lama sudah aku menunggu hari ini, menemui seorang seperti dirimu. Dikota ini sulit untukku menemui orang, agar aku bisa belajar lebih banyak tentang menghargai hidup. Ajarilah aku tentang itu."

Entah apa yang ia katakan, aku aku tak tau, namun aku hanya bisa mengangguk tak mengerti. Menghargai hidup, apa susahnya? Atau munkin dia belum pernah merakan hidup seperti aku ini? Entahlah, apapun yang terjadi biarlah terjadi.

"Pernahkah engkau merasa tak hidup?" Ia bertanya padaku.
"Ya, saat semua tak menghiraukan aku, membiarkan aku termangu sendiri dalam sepi, berteman gelap dibalik tirai bambu tua. Mereka bergembira ria dluar sana, saat itulah aku ingin pergi dari dunia ini." Jawabku.

"Aku selalu merasa hidupku tak pernah nyaman, saat semua berlimpah ruah, semua terasa biasa saja, akankah semua terus begini?" Lanjutnya.
"semua akan terasa berbeda saat engkau sering berbagi, mengingat yang lain membutuhkan bantuanmu, sering engkau menjenguk mereka, meski engkau tak bisa memberi mereka sesusatupun." Jawabku menjelaskan.

***************To be continue************



Related product you might see:

Share this product :
 
Team created : Rayhan Site | Adrian site | Bronxs Site
Copyright © 2011. Kencit Store Online - All Rights Reserved